Tempat Wisata Solo

Perpustakaan di Soloraya (1)

Senin, 18 Jul 2016

Perpustakaan adalah sebuah tempat menyimpan buku-buku. Lokasi perpustakaan yang hening membuat kegiatan membaca dan menulis bisa dilakukan dengan maksimal. Perpustakaan adalah tempat favorit sebagian besar orang yang gemar membaca.

Perpustakaan bisa dijadikan media agar siswa bisa belajar mandiri. Di tempat ini, mereka bisa menggali lebih jauh kepribadian mereka dan mencari minat serta bakat masing-masing. Diharapkan, perpustakan dapat menjadi sarana mengembangkan daya pikir untuk memecahkan masalah-masalah sehari-hari.

Menurut data UNESCO yang dilansir KOMPAS, minat membaca anak Indonesia hanya sekitar 0,01%. Kebiasaan orang Indonesia yang enggan mengkonsumsi informasi dari kegiatan membaca menjadi satu dari sekian alasan mengapa hanya ada 1 dari 10.000 anak Indonesia yang gemar membaca.

Di Soloraya, beberapa perpustakaan yang bisa diakses oleh umum cukup banyak. Pengunjung bisa membaca dan meminjam buku dengan cukup mudah.

Berikut ini beberapa Perpustakaan di Soloraya:

1.    Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta (Arpusda)

Kantor pemerintah ini melayani masyarakat dan umum yang membutuhkan informasi dari buku dan arsip. Kantor Arpusda sempat dua kali berpindah tempat, yaitu di Manahan dan Kepatihan, sebelum berlokasi di Jalan Hasanudin No. 112 Surakarta. Lokasi baru ini dinilai tepat karena pengunjung perpustakaan melonjak drastis setelah dipindah kemari.

Pelayanan perpustakaan umum dibuka setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-19.00 WIB dan Sabtu pukul 07.00-13.00 WIB. Perpusda juga mengadakan program Perpustakaan Keliling di CFD Surakarta dan Taman Balekambang setiap hari Minggu.

Pengunjung bisa meminjam buku setelah membuat kartu anggota. Syarat mendaftar anggota adalah menyertakan kartu tanda pengenal dan mengisi formulir. Fasilitas foto disedikan di tempat sehingga kartu keanggotaan bisa langsung jadi.

2.    Perpustakaan Ganesha

Perpustakaan yang satu ini adalah sumbangan dari suami istri seniman batik asal Amerika Serikat, Michael Mrowka dan Debra Lunn. Mrowka, asal Lancaster, Ohio, AS, merasa prihatin dengan ketiadaan perpustakaan publik yang layak ketika datang ke Solo pada 2004. Maka dari itu, mereka berdua membangun perpustakaan gratis di Jalan Raya Songgo Langit No. 30, Gentan, Baki, Sukoharjo.

Fasilitas lengkap dan mewah diberikan oleh pengelola Perpustakaan Ganesa. Ruangan full AC dan kedap suara dengan free Wi-Fi, komputer, televisi berkanal ilmu pengetahuan, dan minuman semua disediakan secara gratis. Ruang baca lesehan dengan banyak bantal semakin menambah kenyamanan pengunjung.

Perpustakaan Ganesha menyediakan buku-buku dari ranah sastra lama, sastra modern, seni, sejarah, bisnis dan marketing, agama, psikologi, traveling, ensiklopedi, olahraga, komunikasi, sains, pendidikan, kesehatan, pertanian, majalah, dll. Anak-anak dapat dengan nyaman membaca di ruangan khusus buku anak.

Kegiatan terkait pendidikan juga sering diadakan seperti Ganesha English Speaking, Ganesha Reading and Writing Community, serta Telling Story. Fasilitas pemesanan buku juga disediakan oleh Ganesha. Buku yang banyak dipesan akan diprioritaskan untuk dibeli.

Untuk menjadi anggota perpus ini, pengunjung cukup membawa KTP dan mengisi formulir. Proses pengambilan foto dilakukan di Ganesha dan kartu anggota akan langsung jadi, tidak dikenakan biaya. Akan tetapi, pengunjung disarankan melaminasi kartu anggota agar tidak rusak.

3.    Tiny Café Library

Konsep kafe fusion dengan perpustakaan sebenarnya bukanlah hal baru. Namun, konsep ini tampaknya masih sedikit dipakai di Solo. Ada dua kafe berkonsep demikian di Kota Solo, dengan pengelola yang sama, salah satunya adalah Tiny Cafe Library.

Lokasi Tiny Cafe Library sangat strategis yakni di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 439 Kerten, Laweyan; dekat dengan Stasiun Purwosari. Jam buka kafe ini mulai sore hari pukul 16.00 hingga tengah malam pukul 00.00 WIB.

Konsep kafe perpus yang satu ini adalah 'santainya anak muda'. Maka dari itu, buku-buku yang disediakan sebagian besar adalah komik dan teenlit. Pada saat-saat tertentu, seperti Hari Batik Nasional, ada diskon dan acara menarik. Kafe ini juga sering dipakai untuk nonton bareng tayangan olahraga.

4.    Café Librairie

Sama-sama mengusung konsep kafe perpus, Café Librairie yang terletak di Jalan Lumban Tobing No. 2 Setabelan, Banjarsari ini lebih serius. Buka setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 07.00-22.00 WIB, Café Librairie sering dijadikan tempat bertemu klien bisnis.

Kafe perpus berikut ditata rapi agar pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di sini. Tujuannya, agar minat baca orang semakin bertambah.

Koleksi buku lengkap dari berbagai bahasa dan topik disediakan, tidak hanya menitikberatkan pada nonfiksi seperti Tiny Cafe Library. Bahkan, buku-buku sumbangan dosen, mahasiswa, dan komunitas, itu beberapa di antaranya termasuk buku langka.

Café Librairie terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung sekitar 20 orang sementara lantai kedua berkapasitas kurang lebih 30 orang.

Sebagai sebuah kafe, tentunya ada menu andalan yang ditawarkan. Cafe Librairie memilih coklat sebagai menu utama. Coklat diyakini mampu merilekskan pikiran dan bukan termasuk makanan berat. Greentea Chocolate, Chesse Chocolate, Choco Oreo, Sarriette Chocolate, lime squash, lemon tea, Sunrise, pancake, toast, fruit salad, dan mie latah adalah beberapa menu yang ditawarkan Café Librairie.

Sewa mobil daerah Solo dan sekitarnya di IxoTransport : Sahabat transportasi Anda menikmati Kota Solo.